Berita Utama Sabu Seberat 38 Kg Diduga Libatkan Sindikat Internasional

Sabu Seberat 38 Kg Diduga Libatkan Sindikat Internasional

Pejabat dari Direktorat Interdiksi Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Heri Istu Hariono (kiri) didampingi Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto (tengah) dan Pejabat Bea Cukai Tarakan Syamsuddin (kanan), memperlihatkan barang bukti sabu dan satu orang tersangka, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Minggu (21/7). Penyitaan narkotika tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diamankan pihak Bea dan Cukai dan kepolisian di wilayah Kaltara dan Kaltim yakni mencapai 38 Kg. ANTARA FOTO/Iskandar Zulkarnaen/ama.
Pejabat dari Direktorat Interdiksi Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Heri Istu Hariono (kiri) didampingi Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto (tengah) dan Pejabat Bea Cukai Tarakan Syamsuddin (kanan), memperlihatkan barang bukti sabu dan satu orang tersangka, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Minggu (21/7). Penyitaan narkotika tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diamankan pihak Bea dan Cukai dan kepolisian di wilayah Kaltara dan Kaltim yakni mencapai 38 Kg. ANTARA FOTO/Iskandar Zulkarnaen/ama.

radarcom.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga pengungkapan satu tersangka dengan barang bukti 38 kilogram sabu-sabu di Tanjung Selor,Bulungan, KalimantanUtara pada Sabtu (20/7/2019) melibatkan sindikat internasional.

Pejabat dari Direktorat Interdiksi Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Heri Istu Hariono di Tanjung Selor, Minggu, mengatakan dugaan ini terkait masuknya sabu-sabu tersebut melalui Tawau, Malaysia.

Didampingi Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto dan Pejabat Bea Cukai Tarakan Syamsuddin, ia menambahkan dugaan keterlibatan jaringan internasional juga terkait dengan jumlah sabu-sabu yang sangat besar mencapai 38 kg.

BACA  Revolusi Wanita

Bahkan, kata dia, jumlah 38 kg tercatat sebagai pengungkapan dengan barang bukti terbanyak dalam satu kasus selama ini untuk wilayah KalimantanUtara dan KalimantanTimur.

“Kecurigaan lain, bentuk kemasan yang berbeda,” katanya seperti dikutip Antara.

Ia memperlihatkan satu contoh bungkusan polos yang diperkirakan beratnya satu kilogram.

Padahal selama ini bungkusan disamarkan dengan bungkus sebuah merek teh China sehingga ada dugaan ini sebuah jaringan baru.

BACA  Produsen Mobil Segera Gunakan Biodiesel B30 pada 2020, Ini Alasannya

“Kami masih mendalami hal itu. Jadi, kami berharap dukungan semua pihak untuk memberikan informasi guna mengungkap jaringan ini,” ujarnya.

KalimantqnUtara bukan tujuan utama peredaran sabu-sabu, hanya perantara untuk wilayah antardaerah dan antarpulau.

Penangkapan itu terjadi pada Sabtu sekitar 08.00 WITA di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Jl. Jelarai Selor Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Barang bukti yang didapatkan satu unit mobil Toyota Innova warna putih dengan nomor polisi KT 1538 WE.

BACA  Refleksi 4 Tahun Ambengan

Selain itu juga 38 bungkus sabu-sabu dengan berat satu bungkus satu kilogram, total 38 kg

Terdapat juga tas warna hitam biru dan tas warna hitam. Barang bukti lain satu handphone merk iPhone 7 warna hitam.

Tersangka yang terancam hukuman seumur hidup atau mati itu atas nama Achmad Fathoni, lahir 15 Februari 1999, warga Samarinda, KalimantanTimur. (ant/rci)

Source : Antara

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini