Human Rights Watch Mengecam Kematian Morsi

  • Whatsapp
Presiden Mesir Mohammed Morsi saat menjalani persidangan di Kairo, Mesir, 8 Mei 2014. Pengadilan Kairo menjatuhkan hukuman pidana 20 tahun penjara terhadap bekas Presiden Mesir Mohamed Mursi. AP/Tarek el-Gabbas, File
Presiden Mesir Mohammed Morsi saat menjalani persidangan di Kairo, Mesir, 8 Mei 2014. Pengadilan Kairo menjatuhkan hukuman pidana 20 tahun penjara terhadap bekas Presiden Mesir Mohamed Mursi. AP/Tarek el-Gabbas, File

radarcom.id – Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi, 67 tahun, meninggal tak lama setelah menghadiri persidangan kasusnya di ibu kota Kairo. Morsi dijemput malaikat maut pada Senin, 17 Juni 2019 pukul 4.50 sore waktu setempat.

Dikutip dari aljazeera.com, Selasa, 18 Juni 2019, jaksa penuntut menceritakan Morsi pingsan di ruang sidang atau persisnya di ‘kandang’ terdakwa yang ada di ruang sidang. Laporan medis memperlihatkan tidak ada luka di tubuh Morsi.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

“Morsi meninggal hari ini saat menghadiri sebuah sesi sidang atas tuduhan telah melakukan tindakan mata-mata. Setelah sidang diputuskan ditunda, mantan presiden itu tiba-tiba pingsan dan tak lama meninggal. Jasadnya sudah dibawa ke rumah sakit,” demikian pemberitaan sebuah stasiun televisi di Mesir seperti dikutip Tempo.

Abdullah Mohamed Morsi, putra Morsi mengatakan pihak keluarga tidak tahu dimana jasad Morsi saat ini berada. Otoritas telah menolak permintaan keluarga agar jenazah Morsi dikuburkan di pemakaman keluarga.

Morsi diketahui mengidap sejumlah penyakit, diantaranya diabetes, liver dan ginjal. Selama di penjara, kesehatan Morsi tak terawat. Kondisinya semakin parah dengan buruknya kondisi penjara.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul sejumlah laporan kalau Morsi mengalami penyiksaan. Sejumlah aktivis mengatakan kematian Morsi harus dilihat dalam kontek isolasi sistematis oleh otoritas Mesir dan adanya perlakuan buruk yang dialami oleh para tahanan politik.

Lembaga HAM, Human Rights Watch menyerukan kematian Morsi sebagai kabar buruk. Namun saat yang sama meyakinkan adanya kegagalan pemerintah untuk mengizinkan mantan Presiden Mesir itu mendapatkan akses perawatan kesehatan. Dengan begitu, Kairo harus menanggung tanggung jawab atas kematian Morsi karena tak bisa memberikan hak-hak dasar bagi seorang tahanan. (tmp/rci)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *