Berita Utama Indonesia Bakal Manfaatkan Perang Dagang China-AS Ala Vietnam, Seperti Apa?

Indonesia Bakal Manfaatkan Perang Dagang China-AS Ala Vietnam, Seperti Apa?

perang dagang. ©2018 liputan6.com
perang dagang. ©2018 liputan6.com

radarcom.id – Perang dagang AS-Tiongkok kian memanas. Hal ini mendorong negara-negara di dunia memutar otak mencari cara agar ekonomi negara terkena dampak minimal dari perang dagang. Selain itu, tentu mencari serta memanfaatkan peluang dari perang dagang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia memiliki sejumlah upaya untuk memanfaatkan perang dagang. Dua di antaranya berusaha menjaga pasar yang sudah ada serta mencari pasar-pasar baru.

“Dengan ketidakpastian seperti ini tentu tidak mudah, maka kita jaga langganan kita, jaga market yang ada dan kita percepat seluruh perjanjian kalau tidak di tahun depan kita akan sangat tertinggal,” kata dia, saat ditemui, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/6/2019) dikutip merdeka.com.

BACA  IDCamp Ramai Peminat, Indosat Ooredoo Terus Dorong Munculnya Talenta Digital Indonesia

“Kita saksikan negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, sangat agresif, dan kita harus ikuti itu,” lanjut Enggar.

Perdagangan dunia, jelas Enggar, tengah mengalami penurunan kinerja. Hal tersebut tampak dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia tahun 2019 oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

BACA  PKS Bandarlampung Gelar Pemira Pilwakot, Pilih 22 Calon Internal dan 17 Eksternal

“Tidak ada satupun negara yang bisa katakan (perdagangan) saya meningkat. WTO sendiri proyeksi pertumbuhanya 2017, 4 persen kemudian 2018, 3,6 persen tahun ini 2,6 persen,” jelasnya.

Turunnya proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia, memberi sinyal adanya penurunan daya beli negara-negara. “Satu sama lain akan saling kena, contoh yang baru terjadi Huawei terkena dia, tapi industri komponen yang ada chips-nya yang diproduksi di AS dan Eropa itu tutup,” jelas Enggar.

BACA  Polisi Gerebek Bisnis ‘Baby Lobster’ Senilai Rp 3 Miliar di Tiga Lokasi

Atas dasar itu, Enggar menegaskan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan akan terus berupaya menjalankan tugas memanfaatkan perang dagang. “Maka akhir-akhir ini kita terus memberikan prioritas dalam tugas kita dalam membuka pasar baru dan mempercepat seuruh perjanjian ke Amerika Latin, yang selama ini belum tersentuh,” tandasnya. (mdk/idr/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini