Berita Utama Mei 2019, Kota Bandar Lampung Inflasi 0,81 Persen

Mei 2019, Kota Bandar Lampung Inflasi 0,81 Persen

Foto Hendra Irawan/radarcom.id

radarcom.id — Mei 2019, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,81 persen karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,42 pada April 2019 menjadi 137,53 pada Mei 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi atau kenaikan indeks di Kota Bandar Lampung, yaitu kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,17 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,46 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen, kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,13 persen, dan kelompok sandang 0,04 persen. Sebaliknya, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi (penurunan indeks) sebesar 0,33 persen.

Sumbangan kelompok pengeluaran umum dalam pembentukan inflasi bulan Mei 2019 adalah sebesar 0,81 persen. Lima kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan memberikan andil pada pembentukan inflasi sebesar 0,52 persen, kelompok transport komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03 persen,dan kelompok kesehatan 0,01 persen. Sementara, kelompok sandang tidak memberikan andil dalam pembentukan inflasi maupun deflasi. Sebaliknya, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

BACA  Ini Kinerja Dua Tahun Kepengurusan Karang Taruna Pringsewu

Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi bulan Mei 2019 diantaranya, cabai merah 0,24 persen, bawang putih 0,19 persen, angkutan antar kota 0,14 persen, kangkung 0,04 persen; mobil 0,04 persen, bayam 0,04 persen, daging ayam ras 0,04 persen, gula pasir 0,03 persen, cumi-cumi 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,03 persen.

Bulan Mei 2019, inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-33 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 82 kota, 81 kota mengalami inflasi dan hanya 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,91 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,05 persen. Deflasi terjadi satu-satunya di Merauke sebesar 0,49 persen.

Kota Bandar Lampung, pada Mei 2019 berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) mengalami inflasi sebesar 1,76 persen, dan inflasi year on year (yoy) adalah sebesar 3,16 persen Mei 2019 Inflasi Sebesar 0,81 Persen (IHK Tahun Dasar 2012=100)

BACA  Bangunlah Jiwanya!

Perkembangan harga berbagai komoditi pada Mei 2019, secara umum mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan harga oleh BPS, pada bulan ini terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,42 pada bulan April 2019 menjadi 137,53 pada Mei 2019.

Adapun sepuluh komoditi yang memberikan andil inflasi terbesar selama bulan Mei 2019 adalah cabai merah 0,24 persen, bawang putih 0,19 persen; angkutan antar kota 0,14 persen; kangkung 0,04 persen, mobil 0,04 persen, bayam 0,04 persen, daging ayam ras 0,04 persen, gula pasir 0,03 persen, cumi-cumi 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,03 persen.

Mei 2019, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,17 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,46 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar
0,13 persen, dan kelompok sandang 0,04 persen. Sebaliknya, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami deflasi, yaitu sebesar 0,33 persen.

BACA  Mantul! Program 1 Rumah 1 Kentongan di Pringsewu

Inflasi Tahunan. Bila dilihat perbandingan inflasi tahunan secara umum, menurut penghitungan inflasi tahun kalender 2019 (Januari-Mei) adalah terjadi inflasi sebesar 1,76 persen, menunjukkan peningkatan dibanding tahun 2018 (pada periode yang sama mengalami inflasi sebesar 1,53 persen). Sejalan dengan hal tersebut, untuk inflasi ”year on year” pada tahun 2019 adalah sebesar 3,16 persen (lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 2,62 persen).

Perbandingan Antar Kota. Pada Mei 2019, dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, 81 kota IHK mengalami inflasi dan hanya
1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,91 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,05 persen.Sedangkan deflasi hanya dialami Marauke sebesar 0,49 persen.

Dari 23 kota IHK di pulau Sumatera keseluruhan mengalami inflasi. Inflasi tertinggi dialami Pangkal Pinang sebesar 1,78 persen, inflasi terendah dialami Tanjung Pandan 0,21 persen. (hen/Iis)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini