Ini Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Penderita Asam Lambung Ketika Berpuasa Ramadan

  • Whatsapp
Ilustrasi ©merdeka.com
Ilustrasi ©merdeka.com

radarcom.id – Bagi penderita asam lambung (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD), terdapat cara yang harus dilakukan dalam memilih dan mengolah makanan selama puasa Ramadan. Penyakit ini bisa saja terjadi saat puasa terutama ketika pola makan dan gaya hidup tak sehat.

“Pengolahan makanan diutamakan dengan cara direbus, dikukus, ditumis, dan menggunakan santan encer,” ujar ahli gizi sekaligus Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association, Rita Ramayulis.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Yang perlu diperhatikan, makanan yang dikonsumsi penderita asam lambung harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi juga tidak merangsang naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Pembagian makanan untuk penderita asam lambung adalah porsi kecil dan tidak boleh mengonsumsi makanan sekaligus dalam jumlah besar. Selama berpuasa, konsumsi makanan dibagi menjadi empat kali waktu makan, yaitu sahur, berbuka, makan malam, dan camilan malam.

Berbagai penelitian menjelaskan, berpuasa dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan teratur. Penderita GERD yang berpuasa dapat menurunkan gejala GERD mereka. Itu pun selama dilakukan dengan benar dan tidak makan berlebihan saat berbuka puasa. Berpuasa dengan cara-cara yang benar akan membantu mengatasi GERD, tambah Rita.

Jenis makanan tertentu dapat meningkatkan jumlah asam dalam lambung sehingga menimbulkan gangguan lambung. Ada beberapa kategori makanan yang dapat dihindari untuk mencegah kambuhnya penyakit.

“Contohnya, makanan yang mengandung gas, kadar gula tinggi, dan makanan pedas harus dihindari karena dapat meningkatkan jumlah gas dan asam. Makanan yang tinggi serat, lemak, dan makanan yang sulit dicerna juga harus dikurangi karena dapat membuat kerja lambung lebih berat,” lanjut Rita.

Gejala GERD bisa dikenali berupa sensasi terbakar atau nyeri pada bagian atas perut atau dada yang disebut juga dengan heartburn. Gejala lain yang mungkin muncul yakni mual, kembung, sakit saat menelan, mulut terasa asam, dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

Menurut Rita, faktor utama yang menjadi risiko penyakit GERD adalah pola makan, manajemen stres, dan pola tidur yang tidak tepat. (mdk/net/rci)

Sumber: liputan6

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *