DPRD Pringsewu Paripurna Pengesahan Dua Raperda

  • Whatsapp
Paripurna DPRD Pringsewu dihadiri Bupati Sujadi dan Wabuh Fauzi, Selasa (21/5/2019). Foto Istimewa ewa
Paripurna pengesahan dua raperda DPRD Pringsewu dihadiri Bupati Sujadi dan Wabuh Fauzi, Selasa (21/5/2019). Foto Istimewa ewa

radarcom.id – DPRD Pringsewu menggelar Rapat Paripurna dua Raperda tentang Irigasi dan Raperda tentang Penyelengaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, Selasa (21/5/2019).

Rapat Paripurna dipimpinan langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Aminallah didampingi Wakil ketua I Sagang Nainggolan, Wakil II Setiyono dan dihadiri Bupati Pringsewu Hi.Sujadi, Wakil Bupati Pringsewu Hi Fauzi, Sekda Pringsewu Budiman, para anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dan jajaran Forkompimda Kabupaten Pringsewu.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Banleg DPRD Kabupaten Pringsewu Joko Nugroho mengatakan pada Raperda tentang Irigasi. Kabupaten Pringsewu memiliki Potensi sumber daya air yang dimanfaatkan sebagai jaringan irigasi dapat mendorong sektor pertanian dan ketahanan pangan, sehingga berperan sangat stategis dalam peningkatan perekonomian daerah Provinsi Lampung dan nasional.

“Irigasi sebagai salah satu komponen pendukung keberhasilan pembangunan pertanian mempunyai peran yang sangat penting. Sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian dari meningkatkan produksi pangan untuk mendorong ketahanan pangan, meningkatkan produksi pangan untuk mendorong ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, dan meningkatkan kesempatan kerja di pekon. Partisipasi masyarakat juga perlu dikembangkan dalam pengelolaan sistem irigasi di daerah. Dalam rangka penyelenggaraan irigasi terpadu, perlu diatur di dalam Peraturan Daerah tentang Irigasi di Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Sementara itu pada Raperda tentang Penyelengaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, dalam penyelenggaraan peternakan dititikberatkan pada aspek sosial ekonomi. Sedangkan penyelenggaraan kesehatan hewan mengutamakan aspek keamanan terhadap ancaman penyakit. Serta upaya menghindari resiko yang dapat mengganggu kesehatan baik pada manusia, hewan, tumbuhan, maupun lingkungan.

Dalam rangka melindungi dan meningkatkan kualitas sumber daya hewan, menyediakan pangan yang aman, sehat, utuh dan halal, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, hewan dan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu dikembangkan wawasan dan paradigma baru di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

“Dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai mana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dimana didalamnya mencakup beberapa aspek penting baik dalam segi penyelenggaraan peternakan maupun penyelenggaraan kesehatan hewan, maka menjadi kebutuhan bagi daerah untuk menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Pringsewu tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan,” jelasnya.

Lanjutnya, pengaturan penyelenggaraan peternakan dan kesehatan hewan dalam Peraturan Daerah ini bertujuan untuk mengelola sumber daya hewan secara bermartabat, bertanggungjawab dan berkelanjutan. Mencukupi kebutuhan pangan, barang dan jasa asal hewan secara mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan peternak.

“Mengembangkan sumber daya hewan bagi kesejahteraan peternak dan masyarakat, Memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha dalam penyelenggaraan bidang peternakan dan kesehatan hewan dan meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (hin/rci)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *