SPDB Edward Syah Pernong, Raja yang Menjaga Nilai Adat Budaya

  • Whatsapp
Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan XXIII. Foto Istimewa

radarcom.id – Sosok Pangeran Edward Syah Pernong adalah salah satu tokoh penting masyarakat Lampung. Mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung ini adalah Raja Kerajaan Adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung bergelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan XXIII.

Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong yang kerap disapa dengan Puniakan Dalom Beliau ini juga dikenal sangat konsisten menjaga nilai adat dan budaya Lampung.

Foto Istimewa

Meski sudah menduduki jabatan tertinggi di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, namun Pun Edward tidaklah serta-merta membuatnya menjadi sosok yang menjaga jarak baik dari kerabat, sahabat maupun dari masyarakat adatnya serta masyarakat Lampung lainnya.
Pria kelahiran Jakarta, 27 Januari 1958 ini dikenal sosok yang santun, ramah dan pandai bergaul. Mantan Kapolda Lampung itu tidak menempatkan dirinya dalam strata yang berbeda, tetapi justru sebaliknya, dia tetap tidak berubah dalam bersikap egalitarian, setara, dialogis, serta berusaha untuk selalu membangun komunikasi yang akrab dengan semua rekan-rekannya dari beragam profesi, golongan, maupun suku lainnya.

Foto Istimewa

Dalam kesehariannya, Pangeran Edward juga selalu menerapkan kepada masyarakat adatnya tentang pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi. Selain itu, Pangeran Edward juga menekankan perlunya mempunyai sifat yang ahlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Agar nilai-nilai budaya yang sudah diwariskan turun temurun dapat tetap dijaga dan dipertahankan hingga kini, itulah sebabnya dalam istilah masyarakat Lampung adat itu disebut “alat pegang pakai” yaitu suatu kebiasaan yang dianggap patut yang harus dipegang dan dipertahankan, serta dipakai dalam mengisi suatu kehidupan bersama.
Diketahui, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Provinsi Lampung sebagai kerajaan tertua memiliki adat istiadat yang luhur dan agung. Bahkan tata titi dan tata krama Kerajaan Sekala Brak merupakan kearifan lokal (local wisdom) yang telah berabad-abad lamanya dipakai kemudian diwariskan secara turun temurun sebagai pranata sosial.

Foto Istimewa

Kearifan lokal Kerajaan Sekala Brak itu meliputi berbagai hal mengatur mulai dari hal-hal pribadi dalam keseharian. Seperti petutukhan atau aturan panggilan kepada seseorang, tata bahasa, tata busana, sikap dan perilaku.
Begitu juga hal-hal yang melibatkan banyak orang. Seperti musyawarah adat dan upacara-upacara adat. Kesemuanya memiliki adab dan pola kesantunan yang sangat berkaitan degan role (peranan) dan status (kedudukan) seseorang di dalam adat.

Foto Istimewa

Seorang pribadi yang menjalankan adat istiadatnya maka semakin beradablah ia. Semakin tinggi kedudukan seseorang maka semakin penuh santun dan penuh tata kramalah dia. Adat Istiadat bentuknya bisa saja berbeda-beda di Nusantara ini, tapi tetap saja kehalusan budi dan etika yang menjadi muaranya.

Pangeran Alprinse berfoto bersama saat menghadiri undangan Presiden Joko Widodo dalam upacara peringatan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI. (foto: Dok)

Dalam Kerajaan Sekala Brak, beberapa kaidah utama didalam Adat Lampung Sekala Brak diantaranya adalah Seandanan (saling peduli), Seuyunan (saling membantu), Sekahutan (saling mengasihi) dan Sehakhian (saling memperhatikan).

Pangeran Edward di acara Kick Andy, Metro TV. Foto Istimewa

Foto Istimewa

Semua adat istiadat itu hingga kini masih terus diterapkan dan dilestarikan melalui tata titi dan ketinggian nilai yang ada di dalam Gedung Dalom (Istana) Kerajaan Sekala Brak. Dipraktikkan oleh segenap raja, perdana utama dan perdana mentri, jamma balak atau para pembesar adatnya, panglima dan para hulubalangnya serta seluruh masyarakat adat Sekala Brak. (red/dbs/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *