HTML Image as link Qries

Perum Bulog Lampung Kembali Serap Jagung Petani

Foto Istimewa

radarcom.id — Perum Bulog Lampung berkerjasama dengan PBNU Kabupaten Pesawaran menggelar penyerapan jagung petani, Rabu (6/3).

Kepala Bulog Drive Lampung Muhammad Attar Rizal menjelaskan belakangan ini, komoditas jagung menjadi salah satu sorotan khusus media dari sektor pertanian. Komoditas jagung pipilan sendiri memiliki pengaruh terhadap komoditas pangan lainnya khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras.

banner 300600

”Apabila harga jagung pipilan tinggi dapat berimbas pada kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam. Namun, bagaimana jika harga jagung tergolong rendah? Tentunya yang dirugikan adalah petani. Hal ini, menunjukan bahwa stabilisasi harga suatu komoditi khususnya pangan, tidak hanya perlu dijaga dari sisi tingkat konsumen namun juga perlu dijaga di tingkat produsen atau petani,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikutura Provinsi Lampung, lanjut dia, diperkirakan terdapat luasan panen jagung + 236Ha Kecamatan Tegineneng.

Untuk menjaga stabilitas harga ditingkat petani, maka pada hari Rabu tanggal 6 Maret 2019 Perum Bulog Divre Lampung bekerjasama dengan PBNU Lampung Kabupaten Pesawaran melakukan penyerapan jagung dari petani sebanyak 30.000 kg di desa Krisnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran.

”Melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, Pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian sebesar Rp 2.750,- per kg dengan KA 30 persen, dan Rp 3.150,- per kg dengan KA 15 persen. Namun sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah ke petani jagung agar tetap berperan dalam kontribusi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi, harga pembelian yang dilakukan oleh Bulog pada hari ini dilakukan di atas harga acuan tersebut dengan menerapkan konsep komersial,” jelasnya.

Dukungan pemerintah melalui Perum Bulog, imbuh Attar, diharapkan dapat memberikan semangat bagi petani untuk terus meningkatkan potensi sektor pertanian di Indonesia. (rls/hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *