Hukum Kriminal Seno Aji, Proses Diversi Korban Penganiayaan Tidak Menghasilkan Perdamaian

Seno Aji, Proses Diversi Korban Penganiayaan Tidak Menghasilkan Perdamaian

Foto Istimewa

radarcom.id – Kenakalan remaja dalam dewasa ini semakin memperihatinkan, peran orang tua menjadi sangat penting untuk perkembangan pribadi seorang anak. Insiden yang menimpa Is (19) warga kecamatan Sukarame Bandar Lampung yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh RC (17).

Akibatnya, Is mengalami luka sobek di kepala, memar bagian pipi, dan leher. Sampai saat ini Is masih mengalami trauma dan takut,  bahkan orang tua korban yakni Drs. Usman terus mendampingi Nandar melakukan upaya rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUAM) setelah dua hari di Rawat Inap karena pembuluh darah pecah.

BACA  Terungkap, Sindikat Pemeras Modus Video Call Sex

Berdasarkan Surat Laporan nomor LP/B/048/1/2019/LPG/RESTA BALAM/Sektor TKB, tanggal 12 Januari 2019, terlapor RC yang dikategorikan anak dibawah umur karena 17 tahun maka proses penanganan hukum dilakukan tahapan Diversi untuk musyawarah mufakat setelah status perkara ditingkatkan dari Lidik menjadi sidik oleh pihak kepolisian.

Proses diversi yang digelar oleh Penyidik Kepolisian pada Rabu (6/2/2019) dihadiri oleh pihak-pihak diantaranya Is selaku korban, Supri Yatno tokoh masyarakat dan juga RT, Asnan Tokoh Masyarakat dan RT, Syaipul Anwar orang tua terlapor, Drs. Usman orang tua korban, Brigpol Rahmat Kurniawan, SH, MH penyidik, Briptu Bagus Nugroho penyidik pembantu, Rendra Roy sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Bapas dan Seno Aji, S.Sos, MH sebagai saksi diversi keluarga korban.

BACA  Delapan Advokat Damar Kecam Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen Terhadap Mahasiswi UIN

Tahapan Diversi menghasilkan bahwa pelapor atau korban tidak memaafkan pelaku dan keberatan tindak pidana pelaku hanya sampai ditingkat penyidikan. Orang tua terlapor tidak menyanggupi penggantian biaya pengobatan secara fisik dan mental yang diajukan oleh korban. Hasil diversi dituangkan di berita acara musyawarah dan ditandatangani oleh para pihak.

BACA  Ini Buktinya, Dana Desa Rentan Korupsi

Sebagai saksi tahap diversi perkara penganiayaan, Seno Aji menerangkan tahap diversi hasil musyawarah pelapor atau korban tidak memaafkan pelaku dan tidak terima tindak pidana yang dilakukan pelaku hanya sampai ditingkat penyidikan. “Oleh karena itu perkara kemungkinan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya,” terangnya dalam keterangan pers tertulis, Kamis (7/2).

Hasil musyawarah mufakat dalam tahap diversi tersebut menyimpulkan bahwa perkara dilanjutkan. Brigpol Rahmat mengatakan, secepatnya pihak penyidik akan melengkapi berkas perkara agar kemudian bisa dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan. (rls/Iis)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini