Midi Iswanto: Butuh Revitalisasi Penggilingan Padi untuk Tingkatkan Kualitas Beras

Rakor Sergap 2019 yang digelar di Perum BUlog Divre Lampung dihadiri Ketua DPW Perpadi Lampung Midi Iswanto (paling kiri), Kamis (7/2). Foto Istimewa

radarcom.id – Guna meningkatkan kualitas serapan gabah/beras petani (Sergap) 2019, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Lampung menggelar rapat koordinasi Sergap di Perum Bulog Lampung, Kamis (7/2).

Rakor digelar Bulog dihadiri Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung Muhammad Attar Rizal, Danrem 043/Gatam Kolonel Inf. Taufiq Hanafi, Irjen Kementrian Pertanian, Ketua DPW Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Lampung Ir. Hi. Midi Iswanto, M.M, dan perwakilan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Rakor diantaranya membahas target serapan gabah/beras petani 2019 agar lebih meningkat. Provinsi Lampung melalui Bulog pada 2019 menargetkan serapan gabah petani sebesar 102 ribu ton.

Pada 2018, telah melakukan penyerapan gabah sebanyak 80.843 ton atau sebesar 70,30 persen dari target 115.000 ton yang telah ditetapkan pemerintah tahun 2018. Selain itu, dalam rakor juga dibahas agar ke depan beras Lampung bisa menembus pasar ekspor.

Sementara itu, Ketua Perpadi Lampung Midi Iswanto mengatakan, Perpadi siap mendukung Sergap 2019 untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan anggota Perpadi.

“Perpadi siap menampung gabah hasil panen petani sebanyak-banyaknya. No limit, kita akan tampung gabah petani tanpa batas,” terangnya, Kamis (7/2).

Dilanjutkan kader Partai Demokrat yang juga Caleg DPRD Provinsi Lampung asal Partai Demokrat Dapil Lampung Tengah itu, Perpadi siap secara maksimal menyerap gabah petani untuk menyalurkan ke Bulog. Serta siap mendukung program Bulog dalam penyerapan beras petani menuju ekspor beras.

“Nah, dalam Rakor tadi saya juga tegaskan, agar Kementrian Pertanian memberikan anggaran yang cukup untuk merevitalisasi penggilingan padi kecil yang tersebar di Lampung. Serta tidak membangun lagi penggilingan padi kecil di Lampung karena jumlahnya sudah sangat banyak. Kalau mau membangun penggilingan padi baru, maka yang besar sekalian,” ucapnya.

Dengan revitalisasi tersebut, terus dia, maka akan meningkatkan kualitas produksi beras. Sehingga bisa mendukung semangat ekspor beras. “Saat ini anggota Perpadi Lampung sekitar 7.600 penggilingan padi baik besar, menengah dan kecil. Dengan mengingkatkan kualitas produksi beras, kita bisa mendukung semangat impor beras,” ucap pria yang punya jargon ‘Stop Impor Beras’ dan ‘Membela Petani, Membela Kehidupan’. (rci/rci)

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *