Anti Narkoba Ketua Granat Lampung: 6 Juta Orang Terancam Mati Pelan-pelan (1)

Ketua Granat Lampung: 6 Juta Orang Terancam Mati Pelan-pelan (1)

Ketua DPD Granat Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra. Foto Granat Lampung for radarcom.id

radarcom.id – Dampak peredaran narkotika di Indonesia terungkap sangat mengerikan. Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra menyatakan, ada sekitar 6 juta pecandu Narkotika di Indonesia yang terancam meninggal dunia pelan-pelan jika tidak segera ditangani secara komprehensif oleh pemerintah dan melibatkan semua komponen bangsa.

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra bersama Ketua Umum Granat KRH Henry Yosodiningrat saat turun melakukan aksi pengawalan pemberantasan Narkoba di Lampung. Foto Granat Lampung for radarcom.id

“Kita sangat prihatin ya. Akibat peredaran narkoba ini semakin hari korbannya terus berjatuhan.  Ini adalah bencana kemanusian. Dalam 1 hari yang mati sia-sia akibat Narkoba ini lebih dari 50 orang. Artinya, dalam satu tahun sekitar 18 ribu orang. Jelas ini bencana kemanusiaan. Sebab, mungkin lebih besar dari korban perang,” ucap Tony saat diwawancarai secara khusus oleh radarcom.id di kediamannya di Bandar Lampung, Senin (28/1).

BACA  Bappilu Partai Golkar Provinsi Lampung Terus Kobarkan Semangat untuk Pemenangan Pemilu
Ketua DPD Granat Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra bersama Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko dalam sebuah kesempatan. Foto Istimewa

Sedangkan untuk data pecandu Narkotika di Indonesia saat ini, terus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung itu, mencapai sekitar 6 juta orang.

“Ini jika tidak ditangani secara serius, segera dan melibatkan semua komponen bangsa, bisa meninggal dunia pelan-pelan. Selain itu, menjadi beban bangsa, keluarga dan masyarakat,” ungkap ketua PD VIII FKPPI Provinsi Lampung itu.

BACA  Manchester City Vs Chelsea 6-0, Aguero Hattrick
Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra bersama Korsahli Kapolri Irjen Pol Ike Edwin dalam sebuah kesempatan. Foto Istimewa

Menurut Ketua Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Lampung itu, menangani pecandu Narkoba ini perlu kerjasama semua pihak baik pemerintah, aparatur maupun masyarakat.

Diantaranya dengan melakukan terobosan-terobosan. Seperti dengan memperbanyak Klinik Rehabilitasi Narkoba. Caranya, dengan melibatkan pemerintah daerah dengan membuat Rumah Sakit Ketergantungan Obat di Rumah Sakit Daerah yang ada.

BACA  Delapan Advokat Damar Kecam Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen Terhadap Mahasiswi UIN
Ketua DPD Granat Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra bersama pengurus Granat Kabupaten/Kota di Lampung. Foto Granat Lampung for radarcom.id

“Klinik rehabilitasi narkoba ini harus diperbanyak. Sebab, jumlah pecandu semakin hari kian meningkat. Terobosannya adalah melibatkan rumah sakit daerah. Karena kalau membangun rumah sakit dari awal itu sangat besar biayanya. Pemerintah daerah bisa membuat  sebuah ruangan atau unit rehabilitasi di rumah sakit daerah, dengan sarana yang ada dan tenaga medis yang dididik dan dilatih bersertifikasi sesuai standar dari BNN,” ungkapnya (rci/bersambung)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini