Berita Utama Filosofi Hidup Henry Yosodiningrat yang Layak Ditiru

Filosofi Hidup Henry Yosodiningrat yang Layak Ditiru

H. KRH. Henry Yosodiningrat. Foto Istimewa

radarcom.id – Sosoknya tegas dan tak kenal kompromi terhadap kejahatan dan sangat konsisten memberantas narkoba. Itulah citra yang melekat pada H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH, MH. Namun, ternyata ada filosofi hidup yang luhur lainnya dijunjung oleh Ketua Umum Granat itu. Apakah itu?

Foto Istimewa

Tokoh Lampung kelahiran Krui, Pesisir Barat, Lampung, 01 April 1954 yang sudah berkibar di kancah nasional dikenal sebagai pengacara kondang itu memiliki prinsip hidup yang layak diacungi jempol. Tak hanya bicara dunia, filosofi hidup Henry ternyata sudah lebih jauh ke bidang religiusitas yang mendalam.

Berbincang dengan radarcom.id, beberapa waktu lalu di Griya Kebun 38, Kota Metro, Lampung, kediaman orang tua Henry Yoso, pria yang selalu tampil eksentrik, modis dengan rambut kelimis ini mengatakan, tak hanya narkoba dia juga sangat menentang korupsi. Bahkan, Henry pun sudah menyiapkan lokasi kuburan untuknya kelak di kompleks pemakaman keluarga di Griya Kebun 38. Sangat jarang terjadi bagi kebanyakan pejabat sudah menyiapkan kuburan sebagai pengingat hakikat hidup.

BACA  Menegangkan! Jokowi-Prabowo Saling Kejar di TPS Segala Mider, Ini Hasilnya..
Meski tegas, Henry Yoso sosok yang ramah dan bergaul dengan semua kalangan masyarakat. Foto Istimewa

“Ya betul, saya sudah siapkan liang makam untuk saya nanti. Di sebelah makam ayah dan ibu saya. Bahkan, saya sudah berikan gambaran bagaimana prosesinya nanti. Artinya apa, kita itu hidup harus ingat mati. Kita diciptakan oleh Allah SWT maka kelak akan kembali kepada-Nya. Nah, bekal apa yang kita sudah persiapkan. Itu menjadi pengingat bagi saya bahwa hidup di dunia itu hanya sementara,” terang anggota DPR RI asal Lampung dari PDI Perjuangan itu.

BACA  Pemilu 2019, Pangeran Edward Syah Pernong Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Seperti yang terlihat di berbagai poster dan banner Henry Yoso. Selalu muncul tulisan empat filosofi hidupnya.

Pertama:  ‘Sisa hidupku untuk mengabdi kepada bangsa dan negara’. Kedua, ‘Tekadku Menyelamatkan Generasi Muda dari Bahaya Narkoba’, ketiga, ‘Haram bagiku untuk korupsi’ dan keempat ‘Mensejahterakan Rakyat Tujuanku Berpolitik’.

“Artinya, saya akan mengabdi untuk bangsa dan negara ini sampai akhir hayat. Lalu, pengabdian dengan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Saya juga punya prinsip, haram untuk korupsi. Serta saya terjun di dunia politik itu untuk mensejahterakan rakyat. Hal ini selalu saya tekankan untuk konstituen saya dan masyarakat,” tegas Caleg DPR RI pada Pileg 2019 dari PDIP Dapil Lampung II nomor urut 7 ini.

BACA  Dekade Hilang
Henry Yoso tak sungkan terjun langsung ke lokasi yang dikeluhkan rakyat dan mencari solusinya sesuai kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Foto Istimewa

Dilanjutkan, di bidang pemberantasan narkoba, menurutnya tak hanya tugas polisi, BNN dan Granat serta elemen lain. Tetapi juga seluruh bangsa Indonesia untuk memerangi narkoba yang peredarannya sudah semakin masif.

Bahkan, Henry sempat meminta revisi sebuah penghargaan khusus untuk Granat dari Pemerintah yang diserahkan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Awalnya pemerintah melalui Kemendagri memberikan penghargaan khusus untuk ketum Granat. Langsung saya minta agar dirubah, menjadi penghargaan khusus itu untuk seluruh anggota Granat Se-Indonesia karena dari perjuangan mereka yang ikut memberantas narkoba,” pungkasnya. (rci/rci)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini