DJBC Tangani 858 Kasus dengan Potensi Kerugian Negara Hampir Rp 10 Miliar

  • Whatsapp
Kakanwil DJBC Sumatera Bagian Barat Yusmarizal diwawancarai di Bandarlampung pada (30/10. Foto Hendra Irawan/radarcom.id

radarcom.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tangani 858 kasus dengan potensi kerugian negara hampir Rp 10 miliar.

Kakanwil DJBC Sumatera Bagian Barat Yusmarizal mengatakan, di Kanwil DJBC Sumbagbar sampai dengan bulan September 2018 ada 858 kasus, dengan 500 lebih dimasalah Cukai dan 200 lebih ada di Kepabeanan. Lima diantaranya masuk dalam penyelidikan, dan jika dirupiahkan sampai pada bulan September sekitar Rp 21 miliar, dengan potensi kerugian negara hampir Rp 10 miliar.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

”Harus diingat, jika melakukan pengawasan jangan semata-mata melihat dari nalai rupiahnya, tetapi efek negatif dari masyarakat yang terutama,” ujar Yusmarizal kepada radarcom.id, Rabu (31/10).

Dari segi pengawasan ada dua yang disiapkan yakni, Patroli di darat dan Laut. Dan untuk bentuk kordinasi pihaknya masing-masing telah menyediakan kantor pengawasan dan pelayanan, yang terdapat di Lampung, Bengkulu, dan Jambi. Terkait kordinasi pihaknya yang mengkordinasi wilayah tersebut.

Pendapatan yang telah didapat BJBC pada saat ini mencapai angka Rp 1,2 triliun, yang sudah dihimpun, yang sebenarnya sudah mendekati 100 persen. Dari target Rp 1,14 triliun. Dari segi penerimaan hampir 95 persen, berasal dari kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Bandarlampung, yang berada di Panjang Bandarlampung.

”Kegiatan ekonomi serta pertumbuhan industrinya yang menyebabkan faktor itu terjadi. Sebenarnya dominan banyak impor-impor untuk industri, dan ada juga impor untuk konsumsi, tetapi yang lebih dominan pada pertumbuhan industri. Itulah yang menggambarkan produk industri dan perdagangan,” pungkasnya. (hen/hen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *