Henry Yosodiningrat, Penyambung Lidah Rakyat, Tuntaskan Kasus Agraria

KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH.

radarcom.id – Salah satu wakil rakyat Lampung di DPR RI dari PDI Perjuangan ini terus konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat. Diantaranya soal konflik agraria di tengah masyarakat. Dia adalah Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH., yang maju dari Daerah Pemilihan Lampung II.

Anggota DPR RI periode 2014-2019 yang tergabung di Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga pengacara kondang itu diantaranya berinisiatif dan konsisten menindaklanjuti aspirasi masyarakat Tulangbawang dalam konflik agraria.

Sebelumnya, dalam konflik agraria seluas  1.389 Ha diklaim sebagai milik Lanud Astra Ksetra, masyarakat intens menghadap Henry Yoso dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rakyat. Mereka menyampaikan aspirasi dan keluhan untuk diperjuangkan nasib tanah mereka yang diserobot oknum Lanud Pangeran M. Bunyamin, Tuba.

Henry pun bergerak. Dalam beberapa kesempatan audiensi masyarakat Kampung Astra Ksetra, Lanud TNI AU, dan pemerintah terkait seperti Kementerian ATR/BPN, Kakanwil Pertanahan Provinsi Lampung, Pemerintah kabupaten Tulangbawang, dengan tegas ia mengatakan keberpihakannya terhadap masyarakat.

Namun Henry tetap meminta kepada semua pihak untuk menahan diri. Dan dicarikan solusi terbaik bagi masyarakat maupun pihak TNI AU yang merasa tanah tersebut sebagai tanah milik negara.

“Menyikapi kasus ini, kami dari PDI Perjuangan tentu senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat. Kami akan lakukan pendalaman untuk mendapatkan langkah yang pas menyelesaikan masalah ini,” ujar Henry saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI dengan Masyarakat Kampung Astra Ksetra di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/4) silam.

Masyarakat Astra Ksetra, Tuba juga  kembali menemui Henry di Rumah Aspirasi Henry Yosodiningrat di Batanghari, Lampung Timur, terkait teror dari orang tidak dikenal yang melakukan penyiraman ke rumah salah seorang warga, Bapak Oni, aktivis LSM yang selama ini vokal menyuarakan ketidakadilan dalam kasus tanah Astra Ksetra. Henry dalam kesempatan itu menyarankan masyarakat untuk segera melapor ke pihak Kepolisian dan menulis secara runut kronologis teror tersebut.

Akhirnya buah dari perjuangannya bersama masyarakat Astra Ksetra Tuba, kasus tanah yang sudah puluhan ini mulai temukan titik terang.

Masyarakat Astra Ksetra dalam konflik ini diuntungkan karena berdasarkan Surat Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Nomor 561/37.3-800/IX/2018 tanggal 25 September 2018 yang ditujukan kepada Dirjen Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI maka lahan itu untuk dilepaskan.

“Maka dalam rangka penyelesaian permasalahan tanah Astra Ksetra yang sudah berlangsung cukup lama, akan tetapi terkait juga dengan aspek tata kelola pengadministrasian Barang Milik Negara, maka sekiranya dapat dipertimbangkan untuk tanah Astra Ksetra dilepaskan atau dihapuskan oleh TNI AU, sehingga dapat menyelesaikan konflik antara masyarakat dengan TNI AU dan memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah masyarakat serta kepastian dalam mengusahakan tanah tersebut,” ujar Menteri ATR dan Kepala BPN RI, Sofyan Djalil dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10) siang.

Merespon hal itu, Henry Yosodiningrat yang kembali maju dalam Pileg 2019 dari PDIP Dapil Lampung 2 nomor urut 7 itu menyatakan mengapresiasi keputusan Kementerian ATR/BPN yang telah memberi kepastian hukum atas kasus tersebut. Sebab, selama ini masyarakat sudah ingin segera ada kejelasan hukum. (rci/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.