Selamatkan Badak Sumatera, Ini yang Dilakukan Unila

  • Whatsapp
Penandatanganan MoU pelestarian badak Sumatera antara Unila dan Mongabay Indonesia, Kamis (27/8). Foto Hendra Irawan/radarcom.id

radarcom.id – Universitas Lampung berkomitmen melakukan penyelamatan dan pelestarian badak sebagai satwa yang  dilindungi. Caranya, Unila  menggandeng Mongabay Indonesia bekerja sama dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) untuk melindungi badak. Hal itu terungkap dalam workshop peranan media sosial dan jurnalistik lingkungan untuk menyelamatkan badak Sumatera di Ruang Sidang Lt.2 Unila, Kamis (27/9).

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P mengatakan, sebelum adanya MoU ini adalah program perlindungan badak oleh Unila sudah berjalan. Tetapi dengan adanya MoU ini dapat memperkuat dalam melestarikan badak di Sumatera. Bagaimana kita bisa menyatukan lingkungan masyarakat dengan badak agar dapat saling bersinergi.

Bacaan Lainnya

“Saya meminta Unila untuk ikut berperan dalam menyelamatkan badak Sumatera berdampingan dengan Mongabay Indonesia. Saya rasa akan lebih kuat. Saya sangat menyambut kesempatan ini. Internasionalisasi Unila itu bukan masalah banyak poster atau pun apa yang tertempel dimana mana, tetapi bagaimana cara Unila dapat untuk memecahkan suatu masalah dan ini adalah salah satunya,” jelasnya.

Direktur Mongabay Indonesia Dr. Ridzki Rinanto Sigit, MM menjelaskan, populasi badak sangat memprihatinkan. Di dunia badak hanya ada ratusan ekor.

Di Sumatera hanya ada di Lampung dan di Aceh. Di Lampung terletak di Desa Labuhan Ratu 7, di Suaka Rhino Sumatera Way Kambas. Di penangkaran ini ada 7 ekor dan 15 ekor dengan hidup liar, dengan pakan badak per hari mencapai 70 kg untuk 1 ekor badak.

“Lampung salah satu tempat observasi penting untuk spesies ini. Maka dari itu kami ingin mengajak berkerjasama seluruh pihak terkait khususnya Akademisi untuk membangun kampanye penyelamatan badak,” tegasnya.

Ke depan dimana pihak dari Unila akan penelitian mengenai badak, tentang makanan badak, sifat badak, yang nantinya untuk ekspos ke pihak keluar. Karena ini sangat penting menyangkut badak salah satu ikon dari Sumatera.

“Disini Mongabay akan berperan mendampingi mahasiswa untuk memberikan pengarahan bagaimana cara menulis mengenai badak. Dan bagaimana cara tetap menjaga serta melestarikannya badak sebagaimana diketahui ada 200 jenis pakan dari badak agar tetap dapat terjaga dan lestari,” jelasnya.

Pihaknya berharap kedepan bukan hanya gajah yang dapat menjadi ikon di Sumatera melainkan badak pun dapat menjadi ikon untuk sumatera di mancanegara. (hen/hen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *