Demokrat: Artikel yang Sudutkan Era SBY di Asia Sentinel Hoax!

  • Whatsapp
Andi Arief. Foto detikcom

radarcom.id – Media asing Asia Sentinel menulis artikel berisi tuduhan ke pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Artikel berjudul ‘Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy’ itu memuat tudingan adanya konspirasi pencurian uang negara lewat skandal Bank Century.

Dilihat per Kamis (13/9), artikel itu memuat tudingan bahwa ada pencucian uang senilai USD 12 miliar lewat bank-bank di luar negeri oleh pemerintah SBY. Berita yang ditulis John Berthelsen itu menceritakan bagaimana skandal Bank Century hingga berubah nama menjadi Bank Mutiara.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Berthelsen menulis artikel itu dengan mengacu laporan hasil investigasi setebal 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu. Artikel itu mengungkap keterlibatan 30 pejabat Indonesia.

Berita Asia Sentinel menuding Bank Century merupakan landasan untuk merampok uang negara. Penetapan Century sebagai bank gagal pada 2008 disebut hanya rekayasa. Media tersebut bahkan menyebut Bank Century sebagai ‘Bank SBY’.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut isu Bank Century merupakan bahan basi yang terus diolah pihak berkepentingan. Andi meminta skandal itu ditanyakan langsung ke politikus yang akhirnya diputus bebas oleh Mahkamah Agung lewat PK, Misbakhun.

“Lagu lama, kasus Century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus Century Misbakhun yang paham soal Century karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku,” kata Andi seperti dilansir detikcom.

Menurut politisi asal Lampung itu, dia tegas menyebut artikel Asia Sentinel merupakan hoaks atau hoax alias tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Andi meminta Sri Mulyani selaku Menteri Keungan era SBY–kini menjabat Menkeu era Presiden Joko Widodo–menjelaskan utuh soal Century.

“Tentang artikel hoax yang menyudutkan SBY dan pemerintahannya di Asia Sentinel, kami berharap Ibu Sri Mulyani yang masih di dalam kekuasaan bisa menjelaskan ke publik. Sri Mulyani sudah gamblang jelaskan ini di pansus DPR dan persidangan KPK,” kata Andi. (dtc/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *