Inspirasi KBD, Berdayakan Anak Yatim untuk Bangkit Melalui Wisata Pendidikan

  • Whatsapp
Kampung Belajar D'lima Bandarlampung. Foto Hendra Irawan/radarcom.id

Kampung Belajar D’lima (KBD) menjadi satu inspirasi bagaimana keinginan kuat memberdayakan anak yatim piatu dan Pondok Pesantren dhuafa untuk bisa bangkit. Caranya dengan membuka destinasi wisata pendidikan murah dengan tiket hanya Rp10 ribu. Berikut liputan radarcom.id

Laporan : Hendra Irawan/Bandar Lampung

Bacaan Lainnya

KBD terletak di Jalan Untung Suropati, Perum Panca Bhakti, Gg. Tanjung/Masjid Al Ikhlas, Labuhan Ratu, Bandarlampung.

Saat wartawan memasuki area KBD, terlihat konsep wisata yang cukup kekinian dan Instagramable atau cocok untuk berfoto-foto. Sebab, terlihat beberapa pondok dari bambu dibangun cukup unik.

Aktifitas di KBD untuk anak yatim-piatu dan ponpes. Juga tersedia arena outbound dan belajar. Foto Hendra Irawan/radarcom.id

Selasa (11/9) di sana, berkumpul kelompok olahraga yang mengikuti senam bersama. Termasuk anak-anak yatim dan santri ponpes dari Lampung Timur yang berseragam. Ternyata, mereka tengah mengikuti acara Muharram Sehat Ceria, memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, kemarin (11/9).

Perlombaan di KBD. Foto Hendra Irawan/radarcom.id

Penasehat KBD, Dyah Etika Widayana Sari menjelaskan, Kampung Belajar D’lima berdiri pada 5 November 2017 lalu. KBD ini dikelola oleh Umi Sarah dan Abi Syahri. Dan anak-anak Panti Asuhan Miftahul Jannah dan Pondok Pesantren Dhuafa Lampung Timur.

“Disini kami menawarkan harga yang relatif murah, tiket masuk dibanderol hanya Rp 10 ribu. Bertujuan untuk mendukung anak-anak panti asuhan yatim piatu terutama anak-anak Panti Asuhan Miftahul Jannah dan Pondok Pesantren Dhuafa Lamtim dalam berkreasi,” ujar Dyah.

Area parkir KBD yang luas. Foto Hendra Irawan/radarcom.id

KBD, lanjut Dyah, menawarkan tempat untuk outbound anak-anak, dan sejumlah tempat menarik untuk berselfie ataupun sekedar melepas lelahnya beraktifitas. Disediakan dengan lokasi yang nyaman serta dengan tempat parkir yang luas dan aman.

“KBD bermula dari teman-teman Sahabat Sedekah Lampung, yang mempunyai inisiatif untuk membuat ini semua. Serta mengajak anak-anak panti asuha turut terlibat dalam mengelola KBD ini,” terangnya.

Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak panti asuhan Miftahul Jannah dan Ponpes Dhuafa Lamtim untuk mengelola KBD, imbuh dia, harapannya dapat membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berkreasi.

“Beragam cara mengasah kemampuan dan kemandirian anak yatim piatu di sini. Seperti olahraga agar mereka sehat, juga kegiatan lain seperti lomba memasak dan lainnya,” pungkasnya. (hen/hen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *