Manajemen Novotel: Belum Terindikasi Kebakaran, Hanya Asap Tebal dan Sudah Teratasi

  • Whatsapp
Hotel Novotel Lampung/Foto Istimewa

radarcom.id – Pihak manajemen Hotel Novotel Lampung angkat bicara terkait berita kebakaran yang disebut menghanguskan sebuah kamar di lantai 8 hotel tersebut. Manajemen menyatakan, pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut.

Assistant Sales & Communication Novotel Lampung Ratu Iin Nopita Respa saat dikonfirmasi radarcom.id mengatakan, peristiwa pagi tadi belum terindikasi kebakaran. “Belum terindikasi kebakaran, memang sudah ada asap tebal dari pantry ruang house keeping di lantai 8 tempat penyimpanan linen kami,” kata Ratu, Senin (3/9) siang.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Dilanjutkan Ratu, pihaknya juga masih menyelidiki peristiwa ini. “Namun sampai saat ini kami masih menyelidiki sumber asap tebal tersebut. Dan situasi sudah teratasi oleh tim internal kami,” tandasnya.

Diberitakan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung M. Riski menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi di Hotel Novotel Lampung pada (3/9) pagi bukan kebakaran kamar di lantai 8 hotel di Jalan Gatot Subroto, Bumi Waras, Bandarlampung tersebut.

Menurut Riski kepada radarcom.id, yang terjadi adalah terbakarnya handuk (towel) di pantry yang mengalami konsleting listrik. Sehingga menimbulkan asap saat dipadamkan oleh sistem pemadaman api hotel yang berjalan dengan baik.

“Peristiwa kebakaran di Hotel Novotel Lampung diperkirakan terjadi pada pukul 09.30 WIB. Diakibatkan oleh towel atau handuk yang ada di pantry mengalami konsleting di Lantai 8 hotel Novotel Lampung tersebut,” ujarnya, Senin (3/8) pagi.

Menurut Riski, peristiwa kebakaran tersebut disiram air oleh petugas. “Yang namanya api disiram dengan air  mengakibatkan timbulnya asap tebal sehingga menimbulkan kepanikan. Tetapi pada peristiwa tersebut tidak menimbulkan api, karena memang proteksi api berkerja dengan baik di lokasi hotel,” ungkapnya.

Pada peristiwa tersebut, terus dia, BPBD Bandarlampung menerjunkan 1 armada pemadam dengan 25 personil.

“Karena memang tidak terlalu berbahaya pada kejadian tersebut. Alhamdulilah tidak menimbulkan korban karena memang pada kejadian tersebut hanya ada beberapa orang saja di lokasi dan sudah dievakuasi oleh petugas,” jelas Riski.

Untuk kerugian pada peristiwa tersebut, kata dia, tidak dapat menaksirnya, karena yang terbakar alat pengering.

“Sampai dengan sekarang kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut berapa harga alat tersebut yang pasti tak ada korban jiwa,” tandasnya. (hen/rci)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *