Akademisi UBL Makin Moncer, Jadi Pembicara Utama Seminar Nasional NCOLLT-4

  • Whatsapp
akademisi bidang pendidikan Bahasa Inggris UBL, Yanuar Dwi Prastyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D. yang juga merupakan Dekan FKIP-UBL (kanan) disela menjadi pembicara di semnas Surabaya. Foto Istimewa

radarcom.id – Sumber daya manusia Universitas Bandar Lampung (UBL) semakin moncer dan diakui di pentas nasional. Buktinya, akademisi bidang pendidikan Bahasa Inggris UBL, Yanuar Dwi Prastyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D. yang juga merupakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UBL) menjadi pembicara utama bersama Francis O’Brien, RSA Dip, M.Ed, M.BA. (Manager of Indonesia Australia Language Foundation) di Seminar Nasional (Semnas) “The 4th National Conference on Language and Language Teaching (NCOLLT-4) 2018”.

Semnas bertajuk “Creativity and Innovation in English Language Teaching towards Industrial Revolution 4.0” ini diselenggarakan pada Sabtu (25/8) di Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya, Jawa Timur dan merupakan yang ke empat kalinya diselenggarakan oleh UNIPA Surabaya.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Yanuar memaparkan hasil penelitian dan analisisnya terkait korelasi antara perkembangan Revolusi Industri ke-4 dan bidang pendidikan guru bahasa Inggris dengan judul presentasi “English Language Teacher Education in Industrial Revolution 4.0: Opportunities and Challenges”.

“Para pendidik Bahasa Inggris, baik guru maupun dosen, harus mampu beradaptasi dan mengembangkan kompetensinya dalam menghadapai perkembangan teknologi dan ilmu pendidikan yang sangat pesat. Para pendidik bahasa Inggris haruslah memiliki kompetensi yang baik dalam membimbing dan mempersiapkan para generasi penerus bangsa ini agar mampu bersaing dan sukses di zaman serba digital ini,” ungkap alumnus program Doktor dari Universitas Limerick, Irlandia ini dalam keterangan pers kepada radarcom.id, Selasa (28/8).

Lebih lanjut, Yanuar yang juga merupakan Direktur Pusat Pengajaran dan Pembelajaran (Teaching Learning Center / TLC) Universitas Bandar Lampung ini, menjabarkan berbagai tantangan dan kesempatan yang dihadapi dunia pendidikan di era revolusi industri ke-4 seperti sekarang ini.

“Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan, seperti Massive Open Online Courses (MOOCs) dan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia yang diinisiasi oleh Direktorat Pembelajaran Ristekdikti bisa menjadi kesempatan dan sekaligus tantangan bagi para pendidik dalam melakukan proses pembelajaran di era revolusi industri 4.0 saat ini. Saya mengajak semua pendidik agar membuka diri dan terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi saat ini dan memanfaatkannya secara maksimal untuk bidang pendidikan,” pungkasnya. (rls/hen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *