Asal-Usul dan Hubungan Keratuan Darah Putih dengan Syarief Hidayatullah (II)

  • Whatsapp
Istimewa

radarcom.id – Keratuan Darah Putih adalah salah satu kerajaan adat di Provinsi Lampung  yang berperan dalam penyebaran Agama Islam. Saat ini, secara geografis, anak keturunan Keratuan Darah Putih mendiami wilayah dua kabupaten, Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Di Kabupaten Lampung Timur, anak keturunan Keratuan Darah Putih mendiami wilayah bagian Tenggara, diantaranya meliputi  kawasan Kecamatan  Labuhanmaringgai, Kecamatan Melinting dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Kemudian, di Kabupaten Lampung Selatan, lokasi pemukiman anak keturunan Keratuan Darah Putih berada di kawasan kaki Gunung Rajabasa, meliputi wilayah Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Penengahan.

Pada bagian pertama dari  tulisan ini diceritakan, akhirnya surat permintaan bantuan dari Ratu Pugung untuk mengatasi aksi teror kawanan perampok di wilayah keratuan (kerajaan) tersebut diterima Syarief Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Setelah membaca surat  tersebut, Syarief Hidayatulkah memutuskan membantu Ratu Pugung mengatasi aksi teror kawanan perampok itu.

Sang Wali Allah (Sunan Gunung Jati) berangkat menggunakan perahu menyeberangi  lautan menuju   Keratuan Pugung.

Sesampainya di Keratuan Pugung, Syarief Hidayatullah menyatakan bersedia membatu  Ratu Pugung menumpas kawanan perampok yang meresahkan rakyat kerajaan dengan satu syarat.

Syaratnya, jika kawanan perampok itu berhasil ditumpas, maka Ratu Pugung dan pengikutnya bersedia memeluk agama Islam.

Ratu Pugung menyanggupi syarat yang diajukan Syarief Hidayatullah. Namun, Ratu Pugung juga meminta kepada Syarief Hidayatullah untuk terlebih dahulu mengembalikan pusaka kerajaan berupa sebuah besi (Gelenggung) yang  dikuasi Raja Buaya Siluman.

Raja buaya itu bersemayam di aliran Way (sungai)  Pelabuhanratu di daerah antara wilayah Asahan dan Jabung (Kabupaten Lampung Timur).

Permintaan Ratu Pugung tersebut disanggupi oleh Syarief Hidayatullah. Dengan kehendak Allah Subhanahu Wataala, Syarief Hidayatullah hanya memukulkan telapak tangannya ke air sungai, lalu dengan mudahnya pusaka Gelenggung (besi) milik Keratuan Pugung itu, berpindah ke tangan sang wali dan langsung diserahkan kembali kepada Ratu Pugung.

Singkat cerita, Syarief  Hidayatullah, berhasil mengatasi teror kawanan perampok yang meresahkan  rakyat Kertauan Pugung.

Sesuai janji yang telah disepakati, Ratu Pugung bersama pengikut dan rakyatnya  memeluk Agama Islam dibimbing langsung oleh Syarief  Hidayatullah.

Untuk memperkuat pengaruh ajaran Islam, Syarief  Hidayatullah melamar salah satu cucu Ratu Pugung yang bernama Putri Sinar Alam untuk dijadikan istri.

Sebagaimana diceritakan  pada bagian pertama, Putri Sinar Alam merupakan anak kedua hasil perkawinan Anak Dalam Kesuma Ratu (anak angkat Ratu Pugung) dengan Ratu Galuh (Putri kandung Ratu Pugung).

Ratu Pugung bersedia menerima lamaran Syarief  Hidayatullah untuk menikahi salah satu cucunya, tapi bukan dengan  Putri Sinar Alam, melainkan dengan kakak sang putri, yakni Putri Kendang Rarang.

Dari hasil pernikahan Syarief  Hidayatullah dengan Putri Kendang Rarang lahirlah seorang anak laik-laki yang diberi nama Muhamad Sholeh atau yang lebih dikenal dengan gelar Minak Gejalo Ratu.

Selanjutnya, Syarief Hidayatullah  kembali ke Cirebon untuk melanjutkan syiar Islam di tanah Jawa. Sebelum kembali ke Cirebon,  Syarief Hidayatullah menitipkan sebuah cincin  kepada istrinya Putri Kendang Rarang.

Syarief Hidayatullah berpesan kepada Putri Kendang Rarang, agar kelak  cincin tersebut diberikan kepada putranya, Minak Gejalo Ratu.

Setelah  sekian lama di Cirebon, Syarief Hidayatullah merasa rindu kepada anak dan istrinya di Keratuan Pugung (Minak Gejalo Ratu dan Putri Kendang Rarang).  Kemudian  berangkatlah ia, menuju Keratuan Pugung untuk menengok dan melepas rindu pada anak dan istrinya.

Setelah tiba di Keratuan Pugung dan melepas rindu dengan anak dan istrinya, Syarief Hidayatullah mendapati Putri Sinar Alam belum juga bersuami. Akhirnya atas izin Ratu Pungug, Syarief Hidayatullah  menikahi Putri Sinar Alam.

Dari pernikahan Syarief Hidayatullah dengan Putri Sinar Alam, lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Minak Gejalo Bidin.

Dari anak keturunan Minak Gejalo Bidin ini-lah, kelak lahir Pahlawan Nasional asal Lampung, Radin Inten II yang gigih melawan kolonial Belanda di kawasan Kaki Gunung Rajabasa (Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan).

Tugas mensyiarkan ajaran Islam dan memimpin Kerajaan Cirebon,  menuntut Syarief Hidayatullah untuk kembali ke Pulau Jawa.

Setelah beranjak dewasa, Minak Gejalo Ratu yang merupakan  putra pertama Syarief Hidayatullah dari hasil perkawinan dengan Putri Kendang Rarang, menyusul ayahnya ke Cirebon.

Sesampainya di Cirebon, Minak Gejalo Ratu diminta oleh Syarief Hidayatullah untuk memberikan bukti, bahwa dia (Minak Gejalo Ratu) memang benar putra kandung Sang Wali Allah.

Minak Gejalo Ratu akhirnya menunjukan cincin yang dulu pernah dititipkan Syarief Hidayatullah kepada ibunya (Putri Kendang Rarang). Dengan bukti tersebut, Syarief Hidayatullah percaya bahwa memang benar Minak Gejalo Ratu adalah putra kandungnya.

Selama di Cirebon, Minak Gejalo Ratu diberi bekal pengetahuan tentang   Agama Islam dan berbagai ilmu bela diri (kesaktian).  Setelah merasa bekal  pengetahun  untuk sang anak dirasa cukup, maka Syarief Hidayatullah meminta Minak Gejalo Ratu kembali ke Keratuan Pugung.

Sebelum kembali ke Keratuan Pugung, Syarief Hidayatullah memberikan sebuah kotak kayu yang pada bagian sisinya bertuliskan Lafadz  Surat  Al Fatihah, Sholawat Nariyah dan Ayat Kursi.

Syarief Hidayatullah berpesan, agar Minak Gejalo Ratu tidak membuka kotak kayu itu  sebelum sampai di rumah. Kotak itu, hanya boleh dibuka saat penobatan Minak Gejalo Ratu sebagai pemimpin Keratuan Pugung yang kelak berkembang menjadi Keratuan Melinting. (hlg/rci/bersambung)

Sumber: Nurhalim, gelar  Minak Gejalo Ratu di Labuhanmaringgai Kabupaten Lampung Timur. Dilansir dari harianlampung.com 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *