Ekspor Lampung Juli Alami Peningkatan

  • Whatsapp
Kepala BPS Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum saat konpers soal ekspor dan impor Lampung, Juli 2018 di kantor BPS setempat, Rabu (15/8). Foto radarcom.id

radarcom.id—Nilai total ekspor Provinsi Lampung pada bulan Juli 2018 mencapai US$359,67 juta, mengalami peningkatan sebesar US$102,70 juta atau naik 39,96 persen dibandingkan ekspor Juni 2018 yang tercatat US$256,97 juta.

Kepala BPS Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menjelaskan, nilai ekspor Juli 2018 ini jika dibandingkan dengan Juli 2017 yang tercatat US$ 305,53, mengalami peningkatan sebesar US$ 54,13 juta atau naik 17,72 persen.

“Lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada bulan Juli 2018 yaitu, lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara, kopi, teh, dan rempah-rempah; bubur kayu/pulp, dan berbagai produk kimia,” ujarnya saat konpers di kantor BPS Lampung, Rabu (15/8).

Peningkatan ekspor Juli 2018 terhadap Juni 2018 terjadi pada
lima golongan barang utama tersebut yaitu lemak dan minyak
hewan/nabati naik 3,88 persen; batu bara naik sebesar 37,82 persen, dan kopi, teh, rempah-rempah naik sebesar 52,55 persen; bubur kayu/pulp naik sebesar 171,35 persen dan berbagai produk kimia naik 209,73 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada bulan Juli
2018 yaitu ke Tiongkok yang mencapai US$55,62 juta, India
US$40,05 juta, Amerika Serikat US$37,62 juta, Korea Selatan
US$30,53 juta, dan Belanda US$29,69 juta. Peranan kelimanya mencapai 53,80 persen.

Sementara itu, nilai impor Provinsi Lampung Juli 2018 mencapai US$ 239,28 juta atau mengalami penurunan sebesar US$ 1,94 juta atau turun 0,81 persen dibanding Juni 2018 yang tercatat US$ 241,22 juta.

Nilai impor Juli 2018 tersebut masih lebih rendah US$ 21,04 juta atau turun 8,08 persen jika dibanding Juli 2017 yang tercatat US$ 260,32 juta.

Dari lima golongan barang impor utama pada Juli 2018, tiga diantaranya, mengalami penurunan yaitu masing-masing gula dan kembang gula turun hingga mencapai 30,03 persen; biji-bijian berminyak turun 20,85 persen, dan pupuk turun 17,49 persen. Sementara itu dua golongan barang impor utama lainnya justru mengalami peningkatan yaitu, ampas/sisa industri makanan naik hingga mencapai 575,12 persen dan binatang hidup naik 127,87 persen.

“Kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Juli 2018 mencapai 32,49 persen, dengan rincian diantaranya, binatang hidup 9,22 persen, gula dan kembang gula 7,98 persen, ampas/sisa industri makanan 7,22 persen, biji-bijian berminyak 4,37 persen, dan pupuk 3,70 persen,” pungkasnya. (rci/hen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *